Manusia sebagai homo educandum

Manusia adalah mahkluk yang memerlukan pendidikan atau “homo educandum”. Manusia dipanggil sebagai homo educandum kerana manusia memerlukan kepada pendidikan dan harus dididik terhadap setiap individu. Oleh kerana menurut aspek ini manusia dikategorikan sebagai “animal educabil” yang sebangsa binatang yang dapat dididik, sedangkan binatang selain manusia hanya dapat dilakukan melalui latihan sehingga dapat mengerjakan sesuatu yang sifatnya statis (tidak berubah).

Kenapa manusia perlu dididik? Prof. Dr. Hasan Langgulung mengatakan perlu dilihat kepada dua aspek, pertama dari segi pandangan masyarakat dan kedua dari segi pandangan individu. Dari segi pandangan masyarakat pendidikan bererti sebagai perisai kebudayaan dari generasi tua kepada generasi muda agar hidup masyarakat itu kekel berlanjutan. Atau dengan kata lain, masyarakat mempunyai nilai-nilai budaya yang ingin disalurkan dari generasi ke generasi supaya identitas masyarakat tersebut tetap terpelihara.

Dilihat pula dari kacamata individu, pendidikan bererti pengembangan potensi-potensi yang terpendam dan tersembunyi. Contohnya, seperti perkembangan potensi akal, potensi berbahasa, potensi agama dan selainnya. Potensi-potensi tersebut, haruslah diusahakan dan dikembangankan dengan sebaik-baiknya agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

Dilihat dari kedua sudut pandangan di atas, maka manusia perlu sekali diberi pendidikan, kerana tanpa pendidikan pewarisan kebudayaan dan pengembangan potensi manusia tak dapat dilaksanakan dengan sepenuhnya. Di dalam kitab suci Al-Quran manusia disebut sebagai ahsana taqwin, yang bererti sebaik-baik bentuk, dan di antara makhluk Tuhan memang manusialah yang paling baik kejadiannya. Terutama yang paling penting bagi manusia adalah mempunyai akal.

Dengan akal yang ada padanya itu manusia berusaha berjuang dan bekerja keras untuk memperbaiki kehidupannya. Di dalam Al-Quran surat “ Al-Balad” dijelaskan Tuhan menjadikan manusia dalam kancah perjuangan. Perjuangan adalah lambang tertinggi, dengan perjuangan inilah manusia dapat mengadakan perbaikan, perubahan dan pembaharuan dalam hidupnya untuk memfungsikan akal tersebut. Sehingga diperoleh sikap intelektual yang sihat hasil daripada didikan tersebut.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: